Logical Volume Management (LVM)

unduhanAloha semua, apa kabar semuanya?? semoga baik semuanya ya.. Oke, pada postingan kali ini ane akan menjelaskan mengenai manajemen harddisk menggunakan LVM. Oke, yang pertama sekali yaitu Manajemen harddisk dapat melalui 2 cara yaitu menggunakan RAID dan LVM.  Yang akan kita bahas kali ini adalah Manajemen harddisk menggunakan LVM.

× Pengertian LVM

Logical Volume Management (LVM) adalah metode untuk mengalokasikan space pada perangkat penyimpanan yang lebih fleksibel dari pada skema partisi konvensional. Logical Volume Manager memungkinkan untuk membuat layer antara sistem operasi dan disk /partisi yang digunakannya.

 

× Desain LVM

desain

Standar desain implementasi Volume Manager dimulai dengan physical volume (mirip hardisk)

PV dibagi kedalam Physical Extents (PE dapat di gabungkan atau dibagi).

PE kemudian dapat dipetakan ke Logical Extend (umumnya dipetakan satu ke satu)

LE ditampung kedalam Volume Group

LV fungsinya mirip seperti partisi hard disk

× Keuntungan Menggunakan LVM

  • Mudah untuk merubah ukuran partisi (memperbesar atau mengurangi)
  • Mampu menggabungkan partisi lain menjadi satu untuk memperoleh space yang lebih besar
  • Mudah dalam hal management partisi hard disk

× Kelemahan Menggunakan LVM

  • Dapat membuat proses booting lebih rumit dan membuat perbaikan dari bencana sulit dilakukan.
  • LV dapat menderita karena fragmentasi eksternal ketika PE tidak dialokasikan secara berdampingan  pada storage dibawahnya yang dapat membuat kinerja I/O menurun

× Cara Kerja LVM

LVM membuat header metadata pada awal setiap PV, yang masing-masing secara unik diidentifikasi oleh UUID (Universal Unique Identifier). Setiap Header PV adalah salinan lengkap dari seluruh Layout VG , termasuk UUID dari semua PV lain, UUID dari semua LVs dan peta alokasi PE ke LE. Metode ini menyederhanakan pemulihan data jika terjadi hilangnya salah satu atau lebih PV.

Dalam Kernel Linux seri 2.6, LVM diimplementasikan dalam hal pemetaan perangkat (Device Mapper), sebuah skema block-level sederhana untuk menciptakan perangkat block-device virtual dan pemetaan isi perangkat block-device ke perangkat blok lainnya.

Cara ini meminimalkan jumlah kode kernel yang relatif sulit untuk di-debug yang diperlukan untuk mengimplementasikan LVM. Hal ini juga memungkinkan I/O untuk mengarahkanservice yang kemudian untuk dibagikan dengan manajer volume lainnya (seperti EVMS). Setiap kode LVM secara spesifik didorong menjadi media penyimpanan, yang hanya memanipulasi pemetaan dan merekonstruksi kondisi metadata mereka dari setiap pemanggilan.

× Langkah – langkah membuat LVM

Sebelum masuk ke langkah berikutnya, sedikit me-review istilah-istilah yang perlu diketahui berhubungan dengan LVM ini:

Physical Volume (pv) = Satuan Partisi atau Hard Disk yang akan digabungkan.

Volume Group (vg) = Gabungan dari beberapa satuan Physical Volume.

Logical Volume (lv) = Partisi atau Hard Disk hasil dari Volume Group.

Physical Extents (PE) = yaitu bagian-­bagian atau potongan yang membentuk sebuah PV, dengan PE ini dapat ditentukan maksimal ukuran sebuah VG.

Logical Extents (LE) = yaitu bagian atau potongan yang membentuk LV, ukurannya sama dengan PE.

Langkah – langkahnya :

  1. Install dulu paketan LVM2 = $ sudo apt-get install lvm2 clvm
  2. Cek skema Hard Disk menggunakan perintah :  fdisk = $ sudo fdisk -l
  3. Hasilnya, terlihat ada 3 buah Hard Disk yang terbaca oleh sistem dengan rincian:/dev/sda = Hard Disk #1 (20GB) yang terdiri dari:– /dev/sda1 = Partisi sistem root “/”
    – /dev/sda2 = Partisi Extended
    – /dev/sda5 = Partisi Swap
    /dev/sdb = Hard Disk #2 (20GB) belum dipartisi/dev/sdc = Hard Disk #3 (20GB) belum dipartisi
  4. Selanjutnya buat /dev/sdb dan/dev/sdc sebagai Physical Volume, dengan perintah: pvcreate = $ pvcreate /dev/sdb
  5. Kemudian untuk mengecek Physical Volume yang sudah dibuat, gunakan perintah: pvs = $ pvs
  6. Gabungkan 2 buah Physical Volume tadi menjadi 1 buah Volume Group dengan nama DATA, dengan perintah: vgcreate
  7. Sampai disini, saya sudah membuat sebuah Volume Group dengan nama /dev/DATA yang berukuran 40GB. Selanjutnya, saya akan membuat Volume Group tadi menjadi Logical Volume.
  8. Catatan : Logical Volume adalah bagian “/” partisi dari sebuah Volume Group, dimana dalam sebuah Volume Group dapat berisi lebih dari 1 buah Logical Volume.
  9. Buat 2 buah Logical Volume dengan nama DATA_SAMBA pada Volume Group ini yang berukuran 30GB dan DATA_WWW dengan ukuran 10GB. Dengan perintah: lvcreate
  10. Setelah selesai membuat Logical Volume seperti langkah di atas, selanjutnya adalah mem-Format Logical Volume /dev/DATA/DATA_SAMBA dan /dev/DATA/DATA_WWW agar dapat dibaca dan digunakan untuk menyimpan dan mengoperasikan file/data di dalamnya, dalam contoh ini saya mem-format DATA_WWWmenggunakan EXT4, dan DATA_SAMBA menggunakan NTFS. Dengan perintah-perintah sebagai berikut = $ mkfs.ext4 /dev/DATA/DATA_WWW
  11. Setelah diformat, siapkan direktory untuk mounting Logical Volume yang sudah kita buat tadi.  Caranya =
  12. $ sudo mkdir -p /data/samba
    $ sudo mkdir -p /data/www
  13. Kemudian mount kedua Logical Volume tadi ke direktory yang sudah disiapkan =
  14. $ sudo mount /dev/DATA/DATA_SAMBA /data/samba
    $ sudo mount /dev/DATA/DATA_WWW /data/www
  15. Selesai

Oke itulah cara Manage Partisi menggunakan LVM.

Terima Kasih.

sumber :

http://doscom.org/lvm/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s